Minggu, 08 Mei 2011

Intelligent Traffic System (ITS)

Intelligent Transportasi System (ITS) atau dalam bahasa harfiah sistem transportasi pintar menerapkan teknologi informasi dan komunikasi untuk transportasi. Komputer, elektronik, satelit dan sistem sensor memainkan peran utama di dalam sistem transportasi ini. Inovasi utama nya adalah menyatukan sistem transportasi yang sudah ada menjadi lebih terintegrasi dan terpadu untuk dapat menciptakan suatu pelayanan yang baru.

ITS merupakan suatu instrument sistem transportasi yang dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan dalam berbagai kondisi. ITS dapat diaplikasikan di setiap moda transportasi (jalan, rel, udara, dan air) dan pelayanan dapat digunakan untuk pengangkutan penumpang dan barang.
Pengaplikasian ITS dalam sistem transportasi dapat dijadikan sebagai alat yang efektif untuk lebih meningkatkan daya saing angkutan umum sehingga dapat meningkatkan nilai mobilitas perjalanan dan mengurangi dampak negative dari lalu lintas.

Secara umum, tujuan dari pengaplikasian ITS ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi dalam kota. Sebagai bagian dari rencana sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan, ITS merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan efisiensi angkutan umum.

Masalah yang terdapat dalam sistem transportasi perkotaan yang dharapkan dapat terpecahkan dengan diaplikasikannya ITS adalah sebagai berikut.
• Lemahnya pelayanan transportasi yang terpadu;
• Rendahnya kualitas informasi untuk penumpang, termasuk informasi waktu perjalanannya;
• Pengelolaan transportasi public yang kurang efisien;
• Rendahnya kualitas pelayanan multi moda dan pelayanan pada angkutan umum;
• Rendahnya tingkat interaksi antara transporasi public dan swasta;
• Penurunan tingkat kompetisi angkutan umum dengan kendaraan pribadi, yang mana pelaku perjalanan masih lebih memilih angkutan pribadi dibandingkan dengan angkutan umum dalam melakukan perjalanannya.


Ruang lingkup ITS dalam pengembangan sistem transportasi mencakup 11 kelompok pemanfaatan :
1. Informasi perjalanan (travel Information)
2. Manajemen lalu-lintas dan operasi (traffic management & operations)
3. Kendaraan (vehicle)
4. Angkutan barang (freight transport)
5. Angkutan umum (public transport)
6. Keadaan darurat (emergency)
7. Pembayaran elektronik (transport related electronic payment)
8. Keselamatan angkutan di jalan (road transport safety)
9. Masalah cuaca dan kondisi lingkungan (weather and environment conditions).
10. Pengelolaan tanggap bencana (disaster response management).
11. Keamanan transportasi nasional (national security)

Arsitektur ITS
Perencanaan arsitektur ITS untuk sistem transportasi berciri khas Indonesia dilakukan dengan prinsip:
 Melakukan justifikasi teknologi ITS sesuai dengan kapasitas ketersediaan teknologi, kendaraan, prasarana dan pengguna jalan. Tidak langsung mengadopsi sistem negara lain, melainkan dengan pengkajian yang mendalam [careful examination and adaptation]
 ITS harus dipilih dengan kriteria:
1. Terjangkau (investasi dalam pembangunan dan perawatan)
2. Kompatibilitas dan integrasi teknologi yang lebih mudah (national interoperability and integration easier)
3. Kelayakan teknis (technical capabilities

Strategi Pengembangan ITS
Upaya pengembangan ITS untuk sistem transportasi perkotaan dilakukan melalui strategi antara lain:
1. Tahap awal, “First things first”: memastikan kondisi alat pengatur instruksi APILL handal, mencegah terjadinya kerusakan APILL akibat mati listrik, kerusakan setting, kabel dan seluruh peralatan layak operasi. Disamping itu harus dilakukan setting lampu untuk memberikan jaminan keamanan bagi para pejalan kaki. Untuk menjaga kelayakan alat, masalah perawatan APILL dapat dilakukan menggunakan outsourcing


2. Arsitektur ITS Standar Nasional. Penyusunan Arsitektur ITS Standar nasional pelru segera disusun sesuai dengan kriteria yang telah dijelaskan diatas. Untuk memudahkan pilihan penyusunan tersebut dapat dilakukan melalui:
a. Menggunakan pilihan pasar terbuka, mencegah monopoli satu vendor untuk perangkat keras dan perangkat lunak.
b. Pembangunan skala besar yang dapat menekan biaya.
c. Konsistensi informasi
d. Mendorong investasi untuk meningkatkan kompatibilitas sistem.
3. Menjamin adanya inter-operability, agar dapat digunakan secara bersama oleh berbagai pabriukan dan penyedia jasa.
4. Fokus pengembangan, diterapkan untuk penekanan pada:
a. Pengembangan angkutan umum
b. Peningkatan keamanan bagi pejalan kaki
c. Penataan manajemen lalu-lintas


1. ITS untuk pengembangan angkutan umum dikembangkan dengan berbagai sasaran meliputi:
• Bagi operator: melakukan penataan skeduling, dispatching, mencegah penumpukan di satu lokasi dan lokasi yang lain terjadi kelangkaan angkutan umum.
• Informasi bagi para pengguna perjalanan untuk kepastian kedatangan dan keberangkatan di halte atau terminal.
• Pengaturan operasional bus dengan mendasarkan atas tingkat kedatangan (demand responsive).
• Keamanan (security) dari pihak yang membuat pencurian, keonaran, pelecehan seksual dan perbuatan iseng yang mengganggu.
• Tracking posisi bus melalui pusat kendali (control room).
• Sistem tiketing, dan arus uang, untuk mencegah adanya kebocoran dan pengolahan data keuangan secara real time.
• Memberikan keamanan bagi para pengguna yang cacat, manula dan wanita hamil dapat memperoleh tempat duduk.
• Proses keamanan apabila bus mengalami gangguan atau kecelakaan.
• Mengukur tingkat pencemaran kendaraan, khususnya pencemaran udara dan polusi suara. Deteksi masalah yang dilakukan dapat memberikan solusi pemecahan secara dini
Kota-kota di Indonesia perlu mengadopsi perkembangan ITS untuk 3 sasaran utama yaitu : angkutan umum, NMT dan manajemen lalu-lintas.

ITS pada transportasi perkotaan memiliki 4 landasan dalam upayanya untuk meningkatkan penggunaan angkutan umum dan mengurangi kemacetan lalu lintas, yang mana hal ini dijelaskan dalam berbagai jenis bentuk kebijakan sebagai berikut :
- Berbagai ukuran manajemen lalu lintas telah disurvey di lapangan melalui simulasi, seperti prioritas bus di perhentian lampu lalu lintas dan deteksi lokasi kendaraan secara otomatis. Panduan manajemen ini akan dirumuskan pada sistem operasi amnajemen lalu lintas yang terpadu yang efektif antara bdan manajemen angkutan umum dengan operator angkutan
- Pemantauan secara manual mengenai pergerakan transportasi barang dan penumpang yang mana mempunyai perbedaan sistem operasi angkutan masing-masing. Sebagai contoh sistem yang terdistribusi pada saluan komunikasi dan pelacakan kargo umum.
- ITS akan fokus pada metode manajemen kecepatan. Hal-hal yang telah dipelajari sebagai elemen penting untuk menunjang manajemen kecepatan ini diperlukan sebagai penyediaan informasi lalu lintas. Simulasi kecil-kecilan juga perlu dilakukan, hal ini dapat membantu mengoptimalkan manajemen lalu lintas dan sistem informasi pengemudi
- Pusat pengendalian manajemen transportasi sangat dibutuhkan dimana situasi lalu lintas dapat dimonitor dan ketika bermasalah dapat menentukan langkah yang tepat secara langsung. Semua rincian pengoperasian lalu lintas akan diproses dan diproyeksikan secara visual dari kamera. Kontrol untuk semua sistem lalu lintas akan dikelola da diproses di pusat pengendalian manajemen transportasi tersebut. Untuk kurun waktu 20 tahun ke depan kebijakan dan strategi yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :

Tabel E.5 Time Frame Aplikasi Intelligent Traffic System

Tidak ada komentar:

Posting Komentar