Senin, 31 Januari 2011

4.5 Kendaraan Pribadi

Dengan rencana pengurangan penggunaan kendaraan pribadi di pusat kota, semua kebijakan akan mendukung upaya tersebut. Prioritas diberikan kepada faktor penarik yang artinya meningkatkan daya tarik angkutan umum.

Ketika jaringan antar angkutan umum dapat terhubung dengan sangat baik sehingga menciptakan jaringan yang mudah diakses, penggunaan kendaraan pribadi akan semakin berkurang dengan penerapan mekanisme TDM seperti road pricing, manajemen parkir dan pembelian mobil, kepemilikan mobil, pajak, yang tergolong ke dalam faktor pendorong.

Strategi tarik dan dorong ini bekerja bersama-sama dengan faktor penarik lebih dominan di awal dan faktor pendorong mulai mengisi pada masa transisi.

Lebih cepat suatu kota mencoba mengimplementasikan jaringan transportasi umum yang menarik, lebih cepat juga pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dapat dilakukan, maka semakin cepat juga kota tersebut menjadi lebih nyaman untuk ditinggali.

Kebijakan mobilitas ini menyarankan kota-kota untuk secepatnya memulai transisi menuju kota yang nyaman untuk ditinggali, masyarakat harus bersiap untuk langkah-langkah:
Menyebarkan pesan bahwa penggunaan kendaraan pribadi (mobil) lebih baik digunakan untuk transportasi antar kota, transportasi dari dalam kota menuju pinggiran kota, untuk perjalanan bisnis atau rekreasi serta aksesibilitas ke pinggiran kota, namun tidak dapat ditoleransi untuk perjalanan ke CBD.

Pada fase transisi ditekankan kebijakan mengenai “mencegah – mengganti – meningkatkan”:
• mencegah penggunaan mobil dan motor,
• mengganti moda menjadi berjalan kaki, menggunakan sepeda, dan angkutan umum
• meningkatkan fasilitas pejalan kaki dan angkutan umum dan (selama periode transisi) dan performa kendaraan pribadi (mengurangi emisi, suara, dan cakupan jalan serta meningkatkan keamanan dan efisiensi)

Contoh langsung untuk mengurangi peran sepeda motor dan meningkatkan peran angkutan umum berada pada kekurangan sepeda motor itu sendiri: resoki kecelakaan yang tinggi, polusi suara dan polusi udara. Untuk jangka panjang, seiring dengan peningkatan ekonomi, pengguna motor akan berganti menjadi pengguna mobil yang akan memberi dampak serius dalam hal kemacetan dan di waktu yang sama akan mengurangi efisiensi, kecepatan, keandalan pelayanan bus. Hal ini akan mempercepat lingkaran tak berujung yang sudah umum terjadi di berbagai kota dengan berkurangnya penggunaan busa dan meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi.

BSTP akan menjadi pelopor dalam mengurangi penggunaan sepeda motor dalam hubungannya dengan penggunaan bus, dengan meningkatkan karakteristik pelayanan bus (mengurangi waktu tunggu, meningkatkan keandalan, aksesibilitas, kenyamanan, kecepatan, dan biaya rendah) den mengambil langkah-langkah untuk bertahan terhadap penggunaan sepeda motor dengan cara:
• pengenaan biaya untuk parkir motor di pusat kota
• membuat zona pusat pejalan kaki dengan akses bus
• penegakkan izin yang lebih efektif, penegakkan hukum mengenai polusi udara, suara, dan lalu lintas
• meningkatkan biaya kepemilikan dan penggunaan sepeda motor, termasuk sedikit demi sedikit mengurangi subsidi bahan bakar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar